input license here

Sinopsis Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (2013)

Sinopsis film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (2013)

Judul
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk
Tayang
19 Desember 2013
Durasi
2 jam 44 menit
Sutradara
Sunil Soraya
Pemain
Herjunot Ali, Pevita Pearce, Reza Rahadian
Genre
Romansa | Drama
IMDb Rating
7,6/10 (1.033)
Trailer

Sinopsis #1 film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (2013)

DbFilm.web.id - Film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk" diangkat dari novel berjudul sama karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah, pujangga asal Sumatera Barat. Film ini bercerita tentang kisah kasih tak sampai antara pemuda keturunan Bugis-Minang bernama Zainuddin (Herjunot Ali) dan gadis minang bernama Hayati (Pevita Pearce). Selepas kematian kedua orang tuanya, Zainuddin tinggal di Makassar bersama ayahnya. Namun, nasib membawanya datang ke Batipuh, Sumatera Barat.

Karena kuatnya adat istiadat pada zaman itu, sebagai seorang berdarah campuran, Zainuddin banyak mendapatkan diskrimnasi dari masyarakat. Ketika dirinya mencintai Hayati, yang merupakan anak bangsawan Minangkabau, berbagai penolakan datang padanya. Alasannya karena Zainuddin bukanlah orang Minangkabau asli karena sang ibu berasal dari Makassar.

Karena kecewa, Zainuddin memutuskan untuk pergi dari Batipuh dan tinggal di Padangpanjang. Meski dipisahkan oleh jarak, keduanya tetap saling berkirim surat. Namun, nasib seakan tidak berpihak kepada keduanya. Hayati akhirnya menikah dengan seorang bangsawan bernama Aziz (Reza Rahadian) yang memiliki darah Minangkabau murni. Sekali lagi, Zainuddin patah hati. Namun cinta antara Zainuddin dan Hayati tetaplah kuat meskipun tidak dapat bersama.




Sinopsis #2 film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (2013)

DbFilm.web.id
- Berlatar tahun 1930-an, dari tanah kelahirannya Maksassar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju kampung halaman ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Di sana, ia bertemu dengan Hayati (Pevita Eileen Pearce), seorang gadis cantik jelita yang menjadi bunga di persukuannya. Kedua muda mudi itu jatuh cinta.

Namun, adat dan istiadat yang kuat meruntuhkan cinta mereka berdua. Zainuddin hanya seorang melarat yang tak bersuku. Oleh sebab itu, ia dianggap tidak memiliki pertalian darah lagi dengan keluarganya di Minangkabau. Sementara, Hayati adalah perempuan Minang santun keturunan bangsawan.

Helmi Fauziridwan
Aku adalah seorang blogger dari Bandung, Indonesia, yang ingin berbagi inspirasi dengan sobat-sobat di seluruh dunia.
SHARE

Related Posts

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar